Ciracap (KEMENAG)
Perkembangan teknologi digital membuka peluang bagi penyuluh agama untuk menyampaikan pesan keagamaan melalui berbagai saluran komunikasi. Penyuluh Agama Islam KUA Ciracap, Gilang Kurnia, memanfaatkan media sosial sebagai ruang dakwah yang informatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Pada Kamis (15/10/2026), Gilang mengangkat pesan bertema “Ketika Air Mengering, Jangan Sampai Iman Kita Kering”. Pesan tersebut mengajak masyarakat mengambil hikmah dari kondisi kekeringan sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga rasa syukur, kesabaran, dan kepedulian terhadap sesama.
Air merupakan kebutuhan penting bagi kehidupan. Ketika ketersediaannya berkurang, masyarakat diingatkan untuk melakukan ikhtiar nyata, seperti menghemat penggunaan air, menjaga lingkungan, dan membantu warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Pesan dakwah tersebut juga mengajak masyarakat memadukan ikhtiar dan tawakal serta menjadikan ujian kehidupan sebagai momentum memperkuat doa dan kepedulian sosial. Nilai kesabaran dan keteguhan dalam menghadapi kesulitan antara lain diingatkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 155–156.
Kepala KUA Ciracap, H. Sulaeman Jamal, S.Ag., menyampaikan bahwa media digital dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan penyuluhan keagamaan.
“Media sosial dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan agama secara lebih luas. Namun, materi yang disampaikan harus tetap santun, akurat, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui dakwah digital, KUA Ciracap berupaya menyesuaikan metode penyuluhan dengan perkembangan zaman sekaligus menguatkan keimanan, kepedulian sosial, dan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
📝 Kontributor: KUA Ciracap ✍️ Editor: Dindin M 📸 Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







