Surade (KEMENAG)
Komitmen mewujudkan lingkungan madrasah yang bersih, rapi, hijau, dan asri terus diperkuat MAN 3 Sukabumi. Hal tersebut ditandai dengan diumumkannya hasil penilaian lomba kebersihan dan kerapihan kelas selepas upacara bendera, Senin (5/10/2026).
Pengumuman disampaikan Tim Adiwiyata MAN 3 Sukabumi yang dikoordinasikan Nani Suryani, S.Pd. Lomba tersebut melibatkan seluruh 31 rombongan belajar (rombel), dengan aspek penilaian meliputi kebersihan dan kerapihan kelas, halaman atau taman, keberagaman tanaman, keasrian lingkungan, serta poster edukatif bertema lingkungan.
Sebelumnya, seluruh rombel mempersiapkan kelas dan lingkungan masing-masing pada 28–30 September 2026. Penilaian dilaksanakan pada 1 Oktober 2026 oleh tim juri yang terdiri atas unsur wakil kepala madrasah dan staf, berdasarkan indikator yang telah ditetapkan untuk menjaga objektivitas penilaian.
Selain mengikuti lomba, setiap siswa diwajibkan membawa satu tanaman, baik tanaman herbal maupun tanaman hias, dalam polybag untuk ditanam dan dirawat di lingkungan madrasah. Siswa juga dibiasakan memilah sampah organik dan anorganik sebagai bagian dari edukasi kepedulian terhadap lingkungan.
Tim Adiwiyata juga mendorong setiap kelas memiliki tempat sampah hasil kreativitas siswa dengan memanfaatkan limbah galon sekali pakai yang dimodifikasi sehingga layak digunakan. Upaya tersebut tidak hanya mendukung pemilahan sampah, tetapi sekaligus mengajarkan siswa memanfaatkan kembali barang yang sudah tidak terpakai.
Nani Suryani mengatakan, lomba tersebut menjadi salah satu pemantik untuk membangun budaya peduli lingkungan yang dilakukan secara konsisten, bukan hanya ketika ada penilaian. Menurutnya, kebiasaan menjaga lingkungan perlu tumbuh dari kesadaran seluruh warga madrasah.
“Sebagai koordinator Adiwiyata di bawah naungan Wakamad Sarana dan Prasarana, kami ingin membangun lingkungan madrasah yang bersih, sehat, hijau, nyaman, dan memiliki kesadaran lingkungan yang tumbuh dari warga madrasah sendiri. Karena itu, kami perlu memberikan pemantik agar komitmen tersebut tidak berhenti pada kegiatan atau penilaian tertentu,” ujar Nani.
Ia menambahkan, lomba akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan. Piagam penghargaan dan uang pembinaan diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap usaha siswa sekaligus mendorong mereka untuk terus menjaga kebersihan, merawat tanaman, dan memperindah lingkungan kelas.
“Reward yang diberikan memang sederhana. Yang terpenting bukan nilai hadiahnya, tetapi apresiasi terhadap usaha siswa. Harapannya, anak-anak tidak menjaga lingkungan hanya karena ada lomba. Lomba ini hanya pemantik,” katanya.
Sementara itu, Plt. Kepala MAN 3 Sukabumi H. Sarifudin, S.Pd., M.M., mengapresiasi program tersebut sebagai bagian dari penguatan budaya madrasah yang peduli terhadap lingkungan. Menurutnya, Adiwiyata tidak sebatas kegiatan membersihkan atau menghias lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter dan pembiasaan tanggung jawab siswa.
“Anak-anak tidak hanya belajar melalui materi di dalam kelas, tetapi juga melalui kebiasaan menjaga dan merawat lingkungan di sekitarnya,” ungkapnya.
H. Sarifudin juga mengingatkan bahwa MAN 3 Sukabumi pernah memperoleh penghargaan Adiwiyata tingkat Kabupaten Sukabumi pada 2024. Menurutnya, capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus mempertahankan dan mengembangkan budaya peduli lingkungan di madrasah.
“Penghargaan Adiwiyata tingkat Kabupaten Sukabumi yang kita peroleh pada 2024 merupakan sebuah amanah. Komitmen kita bukan berhenti setelah mendapatkan penghargaan, tetapi bagaimana mempertahankan dan mengembangkan budaya peduli lingkungan tersebut,” tegasnya.
Melalui lomba yang dilaksanakan secara berkala, MAN 3 Sukabumi berupaya menjadikan Adiwiyata sebagai bagian dari keseharian warga madrasah. Kompetisi menjadi pemantik, penghargaan menjadi apresiasi, sementara pembiasaan menjaga dan mengelola lingkungan menjadi tujuan utamanya.
Kontributor: MAN 3 Sukabumi
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







