Nagrak (KEMENAG)
Workshop Public Speaking melalui Kelas Guru Trainer menjadi bagian dari kurikulum dan proses pembelajaran peserta Sekolah Guru Indonesia (SGI) Angkatan 52 Kabupaten Sukabumi. Kegiatan yang dilaksanakan di MI Pasir Bentik, Kecamatan Nagrak, Sabtu (12/9/2026), diarahkan untuk membekali peserta agar mampu menyampaikan dan mengimplementasikan hasil pembelajaran selama mengikuti program SGI.
Melalui materi public speaking, peserta tidak hanya belajar mengenai teknik berbicara di depan umum, tetapi juga dipersiapkan untuk menjadi trainer yang mampu membagikan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti proses pembelajaran SGI selama kurang lebih enam bulan. Kemampuan tersebut selanjutnya diharapkan dapat diterapkan melalui kegiatan In House Training (IHT) di sekolah masing-masing.
Program IHT direncanakan dilaksanakan pada September 2026 oleh sejumlah sekolah yang menjadi tempat bertugas peserta SGI Angkatan 52 Kabupaten Sukabumi. Sekolah tersebut meliputi MI Pasir Bentik, MI Nurul Huda, MI ICNA, MI Citamiang, MI Tarbiyatunnisa, MI Al-Karomah, MI Madaniyah, dan MI Potensi Umat.
Dalam pelaksanaan workshop, peserta mendapatkan pembelajaran mengenai teknik menyampaikan materi secara terstruktur. Peserta juga memperoleh kesempatan menyusun materi training dan melakukan simulasi sebagai bagian dari latihan sebelum mengimplementasikan kegiatan IHT di sekolah masing-masing.
Kegiatan pengimplementasian hasil pembelajaran SGI tersebut mendapat dukungan dari Erwan Hermawan, M.Pd., JFU Pengembang Kurikulum Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pemantauan terhadap proses kegiatan SGI Angkatan 52 Kabupaten Sukabumi agar pelaksanaannya berjalan dengan baik dan dapat memberikan manfaat bagi sekolah.
Melalui Kelas Guru Trainer dan program IHT, peserta SGI Angkatan 52 Kabupaten Sukabumi diharapkan mampu mengembangkan kemampuan komunikasi, berbagi praktik pembelajaran, serta mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti program di lingkungan sekolah masing-masing.
Proses tersebut menjadi bagian dari pembelajaran SGI yang tidak berhenti pada peningkatan kapasitas individu peserta, tetapi diarahkan agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat dibagikan kembali kepada lingkungan sekolah dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Kontributor: SGI
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







