Cibitung (KEMENAG)
Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Cibitung, Ryan Marciano, S.Ag., melanjutkan pembinaan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) bagi santri MDTU Miftahul Ma’rifah, Desa Cibodas, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, Jumat (4/9/2026). Memasuki pertemuan kedua, kegiatan berlangsung dengan baik dan mendapat antusiasme para santri dalam mengikuti proses pembelajaran.
Pada pertemuan kali ini, para santri dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan kemampuan membaca Al-Qur’an, yaitu kelompok yang masih menggunakan Iqra dan kelompok yang sudah membaca Al-Qur’an. Pembagian dilakukan agar materi pembinaan dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing santri sehingga proses pembelajaran berlangsung secara bertahap, terarah, dan efektif.
Ryan Marciano menyampaikan bahwa pada tahap awal pembinaan, fokus diarahkan pada penguatan kemampuan dasar membaca Al-Qur’an. Bagi santri yang masih berada pada tahap Iqra, pembelajaran dilakukan melalui penyimakan bacaan secara bergantian untuk mengetahui kemampuan sekaligus bagian yang masih perlu diperbaiki.
Sementara itu, bagi santri yang sudah membaca Al-Qur’an, pembinaan mulai diarahkan pada perbaikan makharijul huruf dan pemahaman dasar ilmu tajwid. Pada pertemuan tersebut, materi difokuskan pada makharijul huruf bagian tenggorokan yang kemudian dikaitkan dengan hukum bacaan izhar.
“Pada kelompok Al-Qur’an, pembelajaran hari ini dimulai dari makharijul huruf bagian tenggorokan, kemudian dilanjutkan dengan hukum bacaan izhar. Materi tersebut kami kaitkan karena memiliki hubungan dengan tempat keluarnya huruf dan penerapan bacaan izhar. Untuk kelompok Iqra, kami masih melakukan penyimakan satu per satu sebagai bagian dari proses mengetahui kemampuan dan kebutuhan pembinaan masing-masing santri,” jelas Ryan.
Kepala MDTU Miftahul Ma’rifah sekaligus Ketua FKDT Kecamatan Cibitung, K.H. Irpan Apandi, S.Ag., menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan pembinaan BTQ tersebut. Menurutnya, pembinaan membaca Al-Qur’an secara bertahap sangat dibutuhkan agar para santri memiliki dasar bacaan yang baik.
“Kami berharap kegiatan pembinaan ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an para santri. Dengan pembinaan yang dilakukan secara bertahap, anak-anak dapat belajar sesuai dengan kemampuan masing-masing,” ungkapnya.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Kepala KUA Kecamatan Cibitung, Agus Permana, S.Ag. Ia mengapresiasi upaya Penyuluh Agama Islam dalam melaksanakan pembinaan BTQ secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.
“Kami mendukung penuh kegiatan pembinaan BTQ ini. Mudah-mudahan pembinaan dapat terus berjalan secara konsisten dan memberikan manfaat bagi para santri, khususnya dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an. Kami berharap sinergi antara KUA, penyuluh, dan lembaga pendidikan keagamaan dapat terus diperkuat,” ujarnya.
Pembinaan BTQ tersebut menjadi salah satu bentuk kehadiran Penyuluh Agama Islam dalam memberikan pendampingan keagamaan kepada masyarakat, khususnya dalam membantu meningkatkan kemampuan generasi muda dalam membaca Al-Qur’an. Pendekatan berdasarkan kemampuan santri juga menjadi bagian penting agar proses pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Melalui pembinaan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, kemampuan membaca Al-Qur’an para santri MDTU Miftahul Ma’rifah diharapkan semakin meningkat. Pembinaan diarahkan tidak hanya pada kelancaran membaca, tetapi juga ketepatan makharijul huruf, sifat huruf, dan penerapan ilmu tajwid, sehingga para santri semakin dekat, mencintai, dan mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.
Kontributor: KUA Cibitung
Editor: Dindin M
Fotografer: Humas Kemenag Kabupaten Sukabumi







